Kamis, 11 September 2014



Oleh
Kelompok 1
Fulki Anwar
Fathia Maryam Perdata
Eggi Putranda Dewono


Introducing Economic Development: A Global Perspective
Michael P. Todaro and Stephen C. Smith, Economic Development, 11th Edition, Ch 1.

 
  
      1.1  Bagaimana Kehidupan Penduduk Bumi
Setiap harinya, masyarakat di seluruh penjuru dunia ini hidup dengan kondisi yang serba berlainan satu sama lain. Separuh penduduk dunia hidup serba berkecukupan, sementara yang lainnya hidup serba kekurangan di planet Bumi yang jumlah penduduknya sekitar 7 miliar penduduk. 40% dari jumlah penduduk di Bumi hidup dengan pendapatan per kapita di bawah $2 per hari, salah satu ciri dari kemiskinan absolut, situasi dimana seseorang tidak dapat memenuhi standar hidup minimal. Komparasi dari belahan dunia di bawah ini dapat menjelaskan situasi yang timpang dalam pembangunan.
Di Amerika Utara, kita dapat melihat bahwa kebanyakan keluarga yang hidup di sana memiliki keluarga inti beranggotakan 4 orang. Mereka memiliki sumber penghidupan yang layak dengan penghasilan tahunan sekitar $50.000. Selain itu sumber hiburan di sana relatif berlimpah. Ini merupakan salah satu ciri keluarga yang hidup di negara yang kaya di Bumi ini. Di daerah Asia Selatan, kita dapat melihat bahwa anggota keluarga inti di sana berjumlah 8 orang atau lebih. Mereka hidup dalam suasana yang keras dengan penghasilan tahunan sekitar $250 sampai $300. Satu-satunya hiburan hanyalah kegiatan spiritual agama saja.
Di Amerika Latin, pembangunan berjalan secara timpang. Rumah-rumah elit banyak berdiri di wilayah kota, dengan keadaan serba berkecukupan. Sementara di wilayah lainnya, yang relatif berseberangan di pinggir pantai, merupakan favela (pemukiman kumuh) yang terlihat reyot, kumuh, dan berimpitan.
Di daerah timur Afrika, kemiskinan tersebar secara merata. Penghasilan per kapita sangat sedikit dan serba berkekurangan. Keluarga di sana memproduksi berbagai kebutuhan untuk digunakan oleh dirinya sendiri (disebut juga ekonomi subsiten). Pembangunan baru sekedar wacana, yakni dengan membangun akses jalan ke dunia luar.
      Jika melihat kenyataan di atas, kita jadi bertanya apa yang harus dilakukan untuk mengangkat derajat pembangunan agar menjadi lebih baik lagi. Kita harus dapat memicu kemajuan di negara sedang berkembang. Hanya saja, proses kemajuan yang dialami oleh negara-negara sedang berkembang (developing countries) tidak dapat dianalisis secara realistis tanpa mempertimbangkan peranan negara-negara maju yang membantu ataupun menghambat, secara langsung ataupun tidak langsung, proses kemajuan tersebut. 
1.2  Ekonomika dan Studi Pembangunan
      Studi ekonomika pembangunan adalah salah satu cabang ilmu ekonomi yang dikembangkan oleh Adam Smith sebagai “ahli ilmu ekonomi pembangunan” yang pertama, seiring penerbitan bukunya Wealth of Nations pada tahun 1776. Kemudian ilmu ini mulai menyebar ke Afrika, Asia, dan Amerika Latin mulai sekitar lima dasawarsa yang lalu. Ilmu ini sendiri dari waktu ke waktu telah mengembangkan identitas analitis & metodologis guna meneliti keberhasilan pembangunan yang telah dilakukan.
      Ada dua (2) hakikat ilmu ekonomi pembangunan, yakni :
1              . Ekonomika Tradisional
     Berpusat pada alokasi termurah dan terefisien atas segenap sumber daya yang langka serta memanfaatkan pertumbuhan optimal sumber-sumber daya dari-waktu-ke-waktu agar memberikan hasil output berupa barang dan jasa sebanyak-banyaknya. Ilmu ini juga membahas dunia ekonomi kapitalis seperti pasar, harga, keseimbangan konsumen, dan lain-lain. Asumsi dari ilmu ini adalah “rasionalitas”, orientasi materialistis, dan sifat individualistis.
2             .   Ekonomika Politik
Pada dasarnya, ilmu ini membahas kaitan antara ilmu politik dan ilmu ekonomi, dengan perhatian utama pada peranan kekuasan dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Ilmu ekonomi pembangunan mencakup semua unsur ekonomi, politik, dan budaya, yang diperlukan dalam mendukung transformasi struktural dan kelembagaan dari seluruh masyarakat dalam rangka menghasilkan serentetan kemajuan ekonomi yang benar-benar bermanfaat (melalui proses yang efisien) bagi penduduk pada umumnya. Tujuan besar dari ekonomika pembangunan adalah membantu kita mengerti kondisi negara berkembang demi memudahkan upaya perbaikan standar hidup bagi mayoritas penduduk dunia.
Pada dasarnya, ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan sosial. Ilmu ini berpegang teguh pada nilai dimana ia adalah pijakan dalam menentukan baik atau buruk. Sehingga, pilar ilmu ekonomi adalah pemahaman mengenai pemikiran-pemikiran dasar (premis) bersifat etis dan normatif yang disebut premis-premis nilai (value premises) tentang apa yang diinginkan maupun tidak diinginkan.
 Perekonomian sebagai sistem sosial hendaknya tidak dianggap sebagai ilmu ekonomi yang sederhana. Ilmu dan sistem ekonomi perlu dianalisis dan diletakkan dalam konteks sistem sosial secara keseluruhan dari negara dan dalam konteks global/internasional. Kita hendaknya lebih memperhatikan variabel-varianel non ekonomi yang menjadi dasar penelitian perekonomian sosial. Kegagalan pembangunan di Dunia Ketiga disebabkan oleh terabaikannya variabel-variabel non ekonomi yang sebetulnya sangat penting untuk dikaji. Dalam keseluruhan proses pembangunan, baik domestik maupun internasional, peranan dan arti penting dari tata nilai, sikap, dan faktor kelembagaan (value, attitude, dan institution) harus tetap dipertimbangkan dan ditelaah dengan seksama.
1.3  Apa yang dimaksud dengan Pembangunan?
      Dalam pengertian ekonomi tradisional, pembangunan diartikan sebagai tercapainya pertumbuhan pendapatan per kapita yang tinggi agar negara dapat mengembangkan output lebih cepat daripada pertumbuhan jumlah penduduk. Kemudian digunakan ukuran Gross National Income (GNI) untuk mengukur berapa banyak jumlah barang dan jasa yang tersedia untuk konsumsi dan investasi masyarakat. Pada zaman dahulu, sektor pertanian sering digunakan sebagai indikator keberhasilan pembangunan, disamping sektor penbangunan dan perindustrian. Dalam perkembangannya, Gross Domestic Product (GDP) mulai digunakan sebagai pengukur keberhasilan pembangunan dalam beberapa tahun belakangan ini.
      Namun, tidak selamanya ukuran pertumbuhan ekonomi dapat dijadikan sebagai acuan keberhasilan pembangunan. Pada tahun 1960-an, banyak negara berkembang telah mencapai target pertumbuhan ekonomi, namun gagal mengurangi angka kemiskinan yang semakin merajalela. Singkat kata, pada tahun 1970-an, ahli ekonomi mulai berkonsentrasi pada upaya pembangunan manusia dengan cara memberantas kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan yang semakin banyak jumlahnya. “Redistribusi untuk Pertumbuhan” telah menjadi slogan umum saat itu.
      Pada tahun 1980-1990, situasi justru makin memburuk akibat dari menurunnya nilai GNI ke arah negatif di negara berkembang, sedangkan pemerintah menghadapi utang luar negeri yang semakin menumpuk, mengakibatkan berkurangnya anggaran untuk kegiatan ekonomi dan sosial. Pada tahun 2000-an, pertumbuhan meningkat pesat tetapi kemiskinan masih menjadi kendala utama dalam pembangunan. Dari hal ini, dapat dipahami bahwa pembangunan adalah masalah multidimensional dengan menyertakan perubahan pada struktur sosial, perilaku sosial, dan lembaga nasional, serta peningkatan pertumbuhan ekonomi, juga berkurangnya tingkat kemiskinan dan kesenjangan.
      Pembangunan memiliki tiga (3) nilai inti, diantaranya:
1                .      Kemampuan untuk Memenuhi Bahan Pokok.
2                .      Rasa Harga Diri.
3                .      Kebebasan dari Perbudakan.
           
 Pembangunan adalah realitas fisik dan sikap pandang. Pembangunan harus memiliki tiga sasaran, yakni:

 .1.   Meningkatkan ketersediaan dan memperuas distribusi barang kebutuhan pokok, seperti makanan, kesehatan, dan perlindungan.
2.      Meningkatkan derajat hidup, termasuk meningkatkan pendapatan, pendidikan yang lebih baik, dan lapangan kerja.
3.      Memperluas jarak ekonomi dan pilihan sosial.

1.4  The Millennium Development Goals
The Millenium Development Goals (MDGs) adalah sebuah perjanjian percepatan pembangunan yang dibuat di Amerika Serikat oleh 189 negara pada bulan September 2000. Tujuan utama dari program ini adalah untuk menghapus kemiskinan. Secara lebih lengkap tujuan itu adalah sebagai berikut:
1.      Membasmi kemiskinan dan kelaparan.
2.      Meraih pendidikan primer universal.
3.      Mempromosikan persamaan gender dan membela kaum perempuan.
4.      Mengurangi kematian anak.
5.      Meningkatkan kesehatan ibu hamil
6.      Memberantas HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya.
7.      Memastikan pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan.
8.      Mengembangkan kerjasama global untuk pembangunan.
  
Masing-masing tujuan memiliki target tersendiri secara spesifik dan diharapkan semua tujuan tersebut sudah tercapai pada tahun 2015 nanti.


1.5  Kesimpulan
Ekonomi Pembangunan mencakup ilmu ekonomi tradisional dan ilmu ekonomi politik. Dari pernyataan ini, ekonomi pembangunan fokus pada mekanisme ekonomi, sosial, dan lembaga nasional untuk membuat perubahan besar pada standar hidup dan derajat kaum masyarakat miskin di negara berkembang.
Sebagai ilmu sosial, ekonomika terkait dengan masyarakat dan bagaimana memberi mereka sarana untuk pengembangan diri demi kebaikan. Tentunya hal ini terkait dengan nilai yang telah dianut. Nilai dari pembangunan sendiri adalah nilai kebaikan (negara berkembang) dan nilai buruk (negara belum berkembang)
Masalah sentral ekonomi modern mencakup masalah tradisional mengenai apa, mengapa, dan untuk siapa barang dan jasa dibuat. Lalu, pada level nasional, masalah berkembang menjadi siapa yang membuat kebijakan pembangunan dan siapa pula yang akan mendapat manfaat dari kebijakan tersebut. Pada akhirnya, pada level internasional, masalah akan bekembang lagi pada negara apa dan kelompok negara apa yang memiliki kekuatan besar dalam mengimplementasikan pembangunan?
Program Millenium Development Goals akan menjadi sebuah tonngak sejarah awal pada proses pembangunan berkelanjutan. Akan tetapi program ini masih perlu penyesuaian kembali mengingat masih ada program yang belum berjalan sesuai target dan rencana yang telah dibuat sebelumnya.
           






0 komentar:

Posting Komentar